Selamat Hari Ayah: Rindu Jiwa

 

Dengan tatap kosong suatu pagi
Bapak, aku pandangi tak seperti biasa
Bersimpuh dalam nuansa yang tak jelas
Hari itu adalah kabut yang menutupi dunia

Banyak tangan ramai menepuk pundakku
Seolah menyadarkan tatap yang kian membeku
Aku yang tertahan dalam peluknya
Tidak ingin terpisah, barang satu detik saja
Aku belum siap kehilangan
Bahkan sampai detik ini, kabut itu tak kunjung menghilang
Pesona hariku telah terpadam
Bapak, tanpamu tiada lagi ruang untuk aku bernyawa
Seuntai harap yang sering kita bicarakan sore hari
Berbagi tatanan kala menghadapi pelik duniawi
Bapak, aku merindu jiwamu yang hangat
Yang meyakinkan pada tiap buntu kalimat
Termenung jauh dalam duka
Waktu tiada berhenti bertuju, mendo’a dalam kelam
Terlihat senyum samar terhias di balik pusara
Bapak, kepergianmu adalah luka terberat anak-anak
Zulfikar Faza Mubina

Zulfikar Faza Mubina

Hai, Salam kenal Zulfikar Faza Mubina seorang yang sedang berkelana menyusuri bumi. Mukim di jogja, kuli perdagangan buku di Tukubooks Store

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *