BERITA

Memperingati Nuzulul Qur’an 1442 H, PCNU Banjarnegara Gelar Khotmil Qur’an

Suasana Khotmil Qur’an PCNU Banjarnegara. (Foto: Dok. PC IPNU IPPNU Banjarnegara)

Banjarnegara, pelajarnu-bara.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjarnegara menggelar Khotmil Qur’an, Minggu (2/5) di Gedung Aswaja NU Center Banjarnegara. Khotmil Qur’an dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an 1442 H ini diikuti oleh perwakilan dari Lembaga dan Banom NU Kabupaten Banjarnegara.

Khotmil Qur’an dilaksanakan pada awal acara dengan cara dibacakan bersama-sama oleh peserta yang hadir. Acara ini diikuti pula oleh perwakilan santriwan dari beberapa Pondok Pesantren di Banjarnegara.

Rois Syuriah PCNU Banjarnegara KH. Mujtahidi Thoblawi dalam sambutan iftitah-nya menerangkan tentang mulianya bulan Ramadan serta menceritakan tentang turunnya Al-Qur’an yang berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya.

“Seluruh hari di bulan Ramadan merupakan hari yang mulia, terutama di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Apalagi banyak Ulama sudah menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar yang berada di malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, dan kita memperingati Nuzulul Qur’an ini bertepatan di Ramadan ke-21. Semoga kita memperingati dengan ikhlas lillahi ta’ala,” tambahnya.

Ketua PCNU Banjarnegara H. Zahid Chasani menyampaikan beberapa hal terkait agenda-agenda PCNU yang akan dilaksanakan. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa NU harus menjadi contoh di masa pandemi yang belum usai ini.

“Kita sebagai warga NU harus menjadi contoh, apalagi nanti ketika hari raya Idul Fitri tiba. Jangan sampai kita terbuai euforia di hari raya nanti dan melupakan pandemi ini,” pungkasnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah dengan pembicaranya yaitu KH. Jauhar Hatta Hasan yang menyampaikan beberapa hal terkait Nuzulul Qur’an atau proses turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya proses pemotongan tumpeng setelah mauidhoh hasanah selesai sebagai bentuk tasyakuran dan berakhirnya acara ini.

Penulis: Sholehah Setyaningsih


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *